Memori dari Kalimantan / Memories from Borneo (1921–1927)

Pameran Koleksi Foto Ahli Geologi Swiss, Wolfgang Leupold

Pameran foto “Memori dari Borneo” menampilkan koleksi foto milik seorang ahli geologi Swiss, Wolfgang Leupold (1895–1986), yang diabadikan saat ia berada di Hindia Belanda, daerah yang saat ini merupakan wilayah Indonesia. Sebagai staff pemerintah Hindia Belanda, Wolfgang Leupold bersama istrinya menetap di Insulinde selama enam tahun (1921–1927).

Sebagian besar foto menampilkan wilayah dan lanskap yang pernah ia kunjungi dan mengadakan penelitian. Beberapa diambil di Pulau Jawa dan sebagian besar di timur laut Kalimantan. Sebagian lainnya adalah foto-foto menara pengeboran dan fasilitas yang dibangun sesuai dengan rencana kerjanya. Hal yang sangat menyentuh adalah potret empati tentang orang-orang yang bekerja dengannya. Hampir keseluruhan gambar didokumentasikan pada periode pertama Leupold bermukim antara tahun 1922–1924. Sebagian besar proses pencetakan dilakukan di lokasi dan di bagian belakang foto memiliki catatan tangan. Pada masa itu dengan kondisi geografis yang tertutup, kumpulan foto bersama keterangan aslinya menjadi sumber etnografis yang sangat berharga.

Karateristik gambar yang bersifat pribadi ini adalah bukti spesifik hubungan sejarah Swiss dan Indonesia. Dokumentasi ini juga dianggap sebagai bukti visual mengenai fakta bahwa tahun-tahun di Hindia Belanda adalah pengalaman intesif bagi Erika dan Wolfgang Leupold, yang memberi pengaruh besar bagi kehidupan mereka selanjutnya. Erika Leupold mencatat dalam kenangannya: “Aku tahu, dengan melalui kehidupan di Hindia Belanda, aku tercerabut dari kehidupan Eropa”.

Dalam usaha untuk menyimpan memori cerita dan jumlah foto yang sangat banyak, keluarga Wolfgang dan Erika Leupold memutuskan untuk menyerahkan bagian dari sejarah keluarga mereka ini agar dapat diakses untuk penelitian dan masyarakat umum. Melalui proyek kerja sama antara Museum Etnografi Universitas Zurich, Universitas Indonesia Jurusan Antropologi, dan Kedutaan Besar Swiss, koleksi foto pameran akan disimpan di Indonesia dan menjadi kontribusi untuk pemahaman dan apresiasi warisan budaya antar kedua negara.